Rabu, 29 Agustus 2012

jurang dalam

seperti kemarin seakan kembali lagi pada labirin kebodohan yang sama
ketika semua buntu selalu ada pencapaian yang selalu kandas
berubah untuk kebaikan seperti melingkarkan kedua tangan di perut gunung
bersyukur dengan kondisi yang sudah ada
jangan merusak estalase hidup yang sudah di gariskan
bergerak melaju kencang memadang kedepan
menampar lamunan kebodohan
segeralah menghindar
ingatlah wajah polos itu
segala kebaikan dan segala harapan tentang hidup ini tersungging di senyumnya
bukan pada kekonyolan hidup dari belenggu nafsu yang membelit
mulailah mencari kebaikan diantara gelapnya jalan itu
walalu tak semudah meremas secarik kertas
dan semoga tiba saat itu semua jiwa dan raga menyatu dalam bejana besar
yang akan membasuh kesucian hati
mengusap kalbu yang sahdu
diantara serpihan debu yang melekat
dan bergegas memanjat keluar dalam lubang dalam yang gelap
meraih batuan harapan walau tak mudah
namun bila di lakukan dengan kehendak hati yang tegar
seakan menjadi energi tersendiri bagi di diri
ya..senyum itu
akan menerbangkanmu dari jurang dalam yang menenggelamkanmu
membawamu ke tanah impian di tempat yang teduh dan hangat
sebuah meja dengan hiasan teh hangat yang selalu ada menemanimu.
                                                                                       thursday,august 30, 2012 - 1:35 am